KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di wilayah republik indonesia (RI) khususnya Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Sultra menyerahkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat di Kelurahan Rahandouna.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Korem 143 Halu Oleo Brigadir Jendral (Brigjen) TNI R. Wahyu Sugiarto, dan dihadiri oleh Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Inf Herry Indriyanto, pimpinan perum bulog Sultra Ir. Siti Mardati Saing, MM. Kadis Ketahanan Pangan Kendari Abdul Rauf dan Lurah Rahandouna Muhammad Ismail. Kamis 24 Juli 2025.
Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Inf Herry Indriyanto mengatakan, Dalam rangka swasembada pangan di Kota Kendari TNI berkolaborasi bersama Perum Bulog Sultra menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat di Kelurahan Rahandouna.
“Pembagian beras ini diharapkan mampu memberikan stimulus kepada masyarakat yang sesuai dengan program Presiden RI yakni Swasembada pangan,” kata Herry.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Sultra Siti Mardati Saing menuturkan, Penyaluran beras merupakan wujud kolaborasi antara TNI dan juga Perum Bulog Sultra dalam rangka mewujudkan swasembada pangan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya Kota Kendari.
“Proses pendistribusian nya juga dikawal langsung oleh teman-teman dari TNI dan ini merupakan salah satu kolaborasi antara mabes TNI dan Bulog dalam rangka swasembada pangan,” ujarnya.
Siti Mardati juga menambahkan, Untuk di Kelurahan Rahandouna kurang lebih 127 Kartu Keluarga yang menerima bantuan tersebut sedangkan untuk target wilayah Sultra pihak Bulog Sultra telah mendistribusikan sekitar 66, 8 persen.
“Tadi juga kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang di laksanakan dalam rangka mengantisipasi lonjakan harga pangan yang tinggi ini juga merupakan langkah untuk melakukan stabilisasi harga di pasaran,” pungkasnya.
Ia juga bilang, Dalam rangka mengantisipasi harga pangan yang cukup tinggi di pasaran untuk pemerintah menginstruksikan kepada Bulog untuk mendistribusikan beras yang di kelola oleh perum bulog kepada masyarakat yang rentan terdampak dengan lonjakan harga yang ada di pasaran.
“Makanya pemerintah menugaskan bulog untuk mendistribusikan beras sebanyak 10 KG untuk dua bulan alokasi sehingga penerima bantuan pangan itu menerima 20 KG beras setiap kartu keluarga dari pemerintah,” tuturnya.
Tak hanya itu, Bulog juga ditugaskan untuk mendistribusikan cadangan beras milik pemerintah melalui gerakan pangan murah (GPM) seperti yang dilaksanakan di Kelurahan Rahandouna.
“Beras yang disalurkan kepada masyarakat melalui gerakan pagan murah itu di jual dengan harga murah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp. 12.500,” tutupnya. (ADV).