KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Maraknya aksi tawuran dan balap liar yang melibatkan anak-anak di bawah umur selama bulan suci Ramadan menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari. Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, menegaskan bahwa peran orang tua, sekolah, serta aparat kepolisian sangat penting dalam mengatasi permasalahan ini agar ketertiban dan keamanan masyarakat tetap terjaga selama bulan Ramadan.
Rajab Jinik menyoroti bahwa banyak anak yang terlibat dalam tawuran berasal dari kalangan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Hal ini menunjukkan bahwa ada celah dalam pengawasan dan pendidikan karakter baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah.
“Peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam membentuk karakter anak. Mereka harus lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya, terutama saat mereka berada di luar rumah. Jangan sampai anak-anak kita terjebak dalam pergaulan yang salah dan akhirnya ikut dalam aksi tawuran yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Rajab, Rabu 5 Maret 2025.
Ia juga menekankan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kepada para siswa mengenai bahaya tawuran serta dampak negatifnya bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

“Pihak sekolah harus berperan aktif dalam mendidik siswa agar lebih memahami pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Kami melihat banyak anak-anak yang terlibat tawuran masih berusia sangat muda. Ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih memperhatikan generasi muda kita agar tidak terjerumus dalam tindakan yang merusak masa depan mereka,” tambahnya.
Menurut Rajab, selain pendidikan akademik, sekolah juga harus memperkuat pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan kedisiplinan sejak dini. Dengan demikian, anak-anak tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis seperti tawuran.
Selain tawuran, Rajab juga menyampaikan tentang maraknya aksi balap liar dan konvoi motor yang kerap terjadi di Kota Kendari, terutama selama bulan Ramadan.
Menurutnya, aksi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
“Balap liar sudah sangat meresahkan, apalagi saat Ramadan ketika masyarakat ingin menjalankan ibadah dengan tenang. DPRD Kota Kendari mendukung penuh langkah-langkah kepolisian dalam menindak tegas para pelaku balap liar demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” bebernya.
Ia menegaskan bahwa tindakan tegas harus dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku balap liar. Jika dibiarkan, aksi ini bisa semakin meluas dan menjadi budaya buruk di kalangan remaja.
“Kami meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu dalam menangani persoalan ini. Lakukan razia dan patroli rutin di titik-titik yang sering digunakan sebagai arena balap liar. Jangan biarkan tindakan ini terus terjadi karena bisa mengancam nyawa pelaku maupun orang lain,” tuturnya.

Rajab juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mencegah aksi balap liar, baik dengan memberikan edukasi kepada anak-anak muda maupun melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya rencana atau aksi balap liar di wilayahnya.
Sebagai bulan suci yang penuh berkah, Rajab mengajak masyarakat, khususnya para pemuda, untuk memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti mengikuti kajian agama, memperbanyak ibadah, atau kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama.
“Ramadan adalah bulan yang seharusnya diisi dengan ibadah dan kegiatan positif. Jangan justru membuat kegaduhan yang meresahkan masyarakat. Mari kita jaga ketenangan dan kenyamanan bersama agar ibadah bisa berjalan dengan khusyuk,” imbaunya.
Menurutnya, pemerintah daerah, aparat keamanan, sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama dalam membimbing anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam perilaku yang merugikan. Dengan kerja sama yang baik, ia yakin permasalahan tawuran dan balap liar bisa ditekan dan dicegah sejak dini.
“Saya mengajak semua pihak, terutama para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat, untuk lebih aktif dalam mengawasi serta mendidik anak-anak kita. Jangan biarkan mereka tumbuh tanpa arahan yang benar. Masa depan mereka ada di tangan kita semua,” tutupnya. (ADV/IRN).









