KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari melalui Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari Dr. Ir. H. Samsuddin Rahim, M.Si. meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari melakukan pengawasan terhadap para guru sertifikasi di Kota Kendari.
Menurut Samsuddin Rahim guru sertifikasi menjadi salah satu indikator penunjang peningkatan mutu pendidikan di ibu kota provinsi sulawesi tenggara (Sultra) baik yang bertugas di Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menangah Pertama (SMP) yang berada dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari.
Wakil Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim mengatakan, saat ini jumlah guru sertifikasi di Kota Kendari sudah berjumlah ribuan. Jadi jumlah ini tentunya menjadi salah satu indikator semakin baiknya mutu pendidikan di Kota Kendari.
Tetapi kata Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari sebagai instansi teknis haruslah mengawasi kinerja guru tersrtifikasi di Kota Kendari apakah sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan memenuhi jam mengajar yang telah ditentukan berdasarkan aturan dan regulasi.
“Kami dari DPRD Kota Kendari menginginkan guru-guru tersertifikasi di Kota Kendari benar-benar berkualitas. Sebab dengan begitu mutu pendidikan juga akan meningkat sehingga bisa menjadi lebih baik,” kata Samsuddin Rahim Minggu, 19 Mei 2024.
Selain itu tuturnya, sudah menjadi kewajiban bagi guru sertifikasi menjalankan tugasnya dengan maksimal. Sebab sudah mendapat tunjangan yang besar dari pemerintah.
Ditambahkan legislator asal Kecamatan Kadia dan Wuawua ini, jangan sampai kejadian beberapa tahun lalu ketika dilakukan uji kompetensi bagi guru sertifikasi masih ada yang belum mengerti sistem informasi teknologi (IT).
“Kami tidak inginkan pengalaman beberapa tahun lalu masih ada guru tersertifikasi yang tidak mengetahui cara mengoperasikan komputer atau laptop. Jadi kami harapkan peran penting dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari Hj. Saemina menerangkan, jumlah guru sertifikasi di Kota Kendari saat ini berjumlah 2.950 orang.
Dengan jumlah ini terangnya, pihaknya berharap mutu pendidikan di Kota Kendari akan dapat lebih baik lagi kedepannya. Selain itu juga, pihaknya terus melakukan memantau kualitas mengajar para guru sertifikasi di Ibukota Sulawesi Tenggara ini.
“Kami tentunya akan terus memperhatikan kualitas para guru sertifikasi di Kota Kendari. Dimana kami tidak menginginkan kuantitas saja tetapi kualitas para guru sertifikasi menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Ditambahkannya, saat ini pihaknya tengah menghalalkan program pemahaman Informasi dan reknologi bagi para guru yang ada di Kota Kendari.
“Informasi teknologi sangatlah penting saat ini, jadi para guru sertifikasi di Kota Kendari hendaknya benar-benar paham dengan informasi teknologi,” tutupnya. (ADV/RK)