KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Pemerintah Kelurahan tondonggeu kecamatan nambo kota kendari provin sulawesi tenggara (Sultra) telah melakukan kegiatan rumbuk stunting yang dilakukan dikantor kelurahan tondonggeu beberapa waktu lalu.
Lurah Tondonggeu, Sovian, S.Sos. Mengatakan progra rembuk stunting telah dilakukan diwilayah kelurahan tondonggeu kecamatan abeli yang digelar diwilayah kantor kelurahan jumat, 6 september 2024 lalu.
“Allhamdulilah bahwa dikelurahan yang saya pimpin sampai saat ini kelurahan tondonggeu tidak ada angka stunting alias nol,” kata Sovian saat ditemui diruang kerjanya Selasa 11 September 2024.

Berdasarkan data yang telah dipaparkan kemarin, diseluruh kecamatan nambo hanya kelurahan tondonggeu yang tidak memiliki angka stunting artinya kelurahan tondonggeu terbebas dari stigma mengerikan yaitu stunting.
“Allhamdulilah semenjak saya menjabat disana sebagai lurah angka stunting berhasil kami kendalikan bahkan hingga saat ini tidak ada yang tercatat bahwa dikelurahan tondonggeu terdapat masyarakat atau warga nya yang mengalami stunting,” ujar Sovian.
Kendati demikian, Sovian bersama jajaran pemerintah kelurahan tondonggeu tidak ingin jumawah dan berbangga hati alis cepat puas dengan sebuah pencapaian namun dirinya akan berusaha untuk bisa mempertahankan prestasi kelurahan tanpa stunting tersebut.

“Makanya kami selalu juga melakukan langkah-langkah untuk melakukan pencegah terhadap stunting khususnya diwilayah kelurahan tondonggeu,” ucap Sovian.
Sejumlah langkah yang dilakukan oleh dirinya bersama jajaran yakni aktif terus melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dikelurahan tondonggeu agar senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“ini juga selaras dengan program pemerintah pusat melalui kementrian kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia terkait sosialisasi masalah pentingnya penerapan PHBS ditengah-tengah masyarakat,” kata Sovian.
Diantara program PHBS yang amat penting dilakukan dalam rangka pencegahan stunting adalah Menggunakan air bersih, mencuci tangan menggunakan sabun hingga bersih, menimbang bayi secara berkala, pemberian asi eksklusif, konsumsi buah dan sayur dan masih banyak lagi,” pungkasnya.

Program tersebut menurut Sovian ketika dijalankan dan di implementasikan secara baik dan benar hal tersebut bisa memberikan banyak manfaat untuk masyarakat khususnya dibidang kesehatan dan juga pencegahan stunting.
Kendati demikian, Sovian berharap agar masyarakat tidak acuh dan abai dengan program PHBS yang telah dicanangkan oleh pemerintah pusat karena hal tersebut dinilai ampuh untuk menghindarkan dari berbagai macam penyakit. (ADV/EST).









