KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Poasia Kendari menggelar pelatihan tim pelaksana dalam penyiapan pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil kek dan balita gizi kurang di aula kantor camat poasia Kamis, 19 September 2024.
Plh. Pimpinan BLUD UPTD Puskesmas Poasia Haryanto mengatakan, Puskesmas Poasia Kendari menggelar sosialisasi terkait pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik dan juga balita yang kekurangan gizi.
“Jadi mulai dari teknik penyediaan nya kemudian apa apa bahan makanan yang perlu disediakan termasuk juga kandungan gizinya yang kami berikan pemahaman kepada kader posyandu di wilayah kecamatan poasia,” kata Haryanto.
Pria yang akrab disapa Anto ini juga menambahkan, Nantinya bahan dasar dari PMT lokal akan disiapkan karena hal tersebut merupakan program pemerintah pusat sehingga ibu kader posyandu tinggal menyalurkan PMT lokal kepada ibu hamil kronik dan balita kurang gizi.
“Jadi ibu ibu kader juga harus mengetahui kandungan gizi dari bahan makanan PMT lokal ini, termasuk juga menu nya karena ini nanti akan diberikan selama 120 hari tanpa jeda dan akan diberikan setiap hari dengan menu yang berbeda,” jelas Anto.
Anto bilang, hal tersebut berdasarkan peraturan presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penanganan stunting dan balita gizi kurang diseluruh indonesia.
“Kami berharap agar para kader ini bisa menyalurkan kepada seluruh sasaran sehingga nantinya mampu menurunkan angka stunting dan ibu hamil kekurangan energi kronik di kecamatan poasia,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut camat poasia, Roniva Mandalay Putera, menurturkan, Sosialisasi PMT lokal merupakan salah satu upaya strategis dari pemerintah untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting khususnya diwilayah kecamatan poasia.
“Allhamdulilah hari ini dari 100 undangan yang kami sebarkan antusias para kader kita ini sangat baik karena tadi kurang lebih 85 kader yang hadir dan telah menerima pembekalan dari puskesmas poasia,” tutur Roniva.
Roniva mengharapkan, Pelaksanaan sosialisasi tersebut bisa memberikan edukasi dan membuka wawasan para kader posyandu di seluruh kecamatan poasia sehingga bisa membantu melakukan percepatan penurunan angka stunting di Kecamatan Poasia. (ADV/EST).