KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Polemik pergantian wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari dari fraksi partai keadilan sejahtera (PKS) menimbulkan isu yang kurang mengenakan terhadap wakil ketua dprd dari fraksi PKS kota kendari saat ini yakni Rizky Brilian Pagala, S.Ars.
Pasal dirinya diisukan bakal melakukan aksi protes dan membawa persoalan pergantian wakil ketua dprd kota kendari hingga ke dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menanggapi hal tersebut, Rizky Brilian Pagala dengan tegas membantah isu-isu liar yang menuding dirinya bakal melakukan aksi protes dan juga membawa persoalan tersebut ke DPP PKS.
Rizky Brilian menuturkan, Dirinya merasa prihatin dan cukup takut akibat dengan isu yang tidak benar tersebut akan berdampak terhadap wajah politik di Kota Kendari menjadi sangat dramatis.
“Satu hal yang harus saya tegaskan bahwa dengan adanya video unggahan di sosial media resmi milik saya. pada video itu saya sudah sampaikan bahwa saya telah menerima surat dari DPP PKS yang disampaikan oleh DPW PKS Sultra secara langsung kepada saya. dan sudah mengambil sikap untuk tunduk dan patuh pada perintah partai. hal tersebut juga sudah saya lakukan didalam proses pengambilan keputusan di kelembagaan dprd kota kendari,” kata Rizky Brilian saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, Selasa, 28 April 2026.
Rizky juga menjelaskan alasan ketidakhadiran dirinya dalam proses paripurna pengumuman pergantian wakil ketua dprd kota kendari dari fraksi PKS yang digelar diruang rapat dprd kota kendari pada senin 27 April 2026 bahwa dirinya telah menyampaikan secara langsung alasan ketidakhadiran nya kepada ketua dprd kota kendari.
“Saya tadi pagi sempat ke kantor dan melakukan sejumlah aktivitas kantor lalu pada saat siang harinya saya kebetulan memiliki agenda lain pada pukul 13:30 siang untuk itu saya meminta izin secara langsung kepada ketua dprd kota kendari untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut karena ada agenda lain diluar. bahkan saya berjanji setelah mengikuti agenda diluar saya akan ikut dalam kegiatan paripurna tersebut namun karena waktu sudah tidak memungkinkan sehingga saya tidak kembali untuk mengikuti agenda paripurna tersebut,” ujar Rizky.
Politisi PKS ini juga menegaskan, Tanpa kehadiran dirinya pun kegiatan paripurna tersebut berjalan dengan baik dan tetap terlaksana, Bahkan dirinya sempat meminta langsung kepada ketua dprd kota kendari untuk proses pergantian wakil tersebut segera dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku dan sama sekali tidak memiliki niat untuk membatalkan ataupun menunda berlangsungnya kegiatan paripurna tersebut.
“Saya juga perlu tegaskan, agenda paripurna di dprd yang dilaksanakan tadi itu sudah kita rencanakan secara bersama-sama dan tidak ada konflik apapun. Makanya saya harus luruskan sehingga informasi ini tidak simpang siur di luar dan melebar kemana mana,” bebernya.
Pria kelahiran Kota Kendari 6 Agustus 1994 ini juga menambahkan, Pergantian unsur pimpinan dprd merupakan hal yang sangat biasa dan hal ini juga telah dijelaskan oleh partai bahwa pergantian unsur pimpinan merupakan bagian dari penyegaran dan untuk dirinya sebagai anggota partai tentu akan tunduk dan patuh terhadap perintah partai.
Terakhir, Rizky berharap, Agar kedepannya tidak ada lagi isu-isu liar yang dikaitkan dengan dirinya baik itu isu mobilisasi masa dan lain-lain sehingga proses pergantian juga bisa berjalan dengan aman dan baik.
“Saya pikir ketika ada suara yang bergerak saya yakin ini pasti dari simpatisan yang merasa memiliki dalam proses perjuangan kita kemarin, dan kita harus menghargai posisi demokrasi menyampaikan pendapat karena itu diatur dalam undang-undang. Saya pikir mereka punya hak dan saya pun juga tidak punya hak untuk menghentikan mereka namun bahwa kita tetap menghargai bagaimana proses demokrasi ini berjalan dengan baik dan kita dukung semua yang jadi kebijakan partai di dalam meningkatkan kinerja dari fraksi,,” tutupnya.