• Indeks
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
informasisultra.com
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis
No Result
View All Result
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis
Home Berita Advetorial

Perkuat Program Posyandu, Pemkot Kendari Nyatakan Perang Melawan Stunting

17 Juni 2026
in Advetorial, Advetorial, Berita, Kesehatan, Kota Kendari, Pemerintahan, Sulawesi Tenggara
Reading Time: 3 mins read

Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kota Kendari

819
SHARES
1.4k
VIEWS
Share WAShare on FacebookShare on Twitter

KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil sikap yang semakin serius dalam rangka penanganan stunting di wilayah Kota Kendari.

Hal tersebut terlihat pada pelaksanaan pertemuan koordinasi tim pembina posyandu bidang kesehatan tingkat Kota Kendari tahun 2026 yang diselenggarakan disalah satu hotel ternama di Kota Kendari, Rabu 17 Juni 2026.

Rapat tersebut menujukan bahwa Pemerintah Kota Kendari memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan mengandalkan data riil dari tingkat RT, penguatan peran Posyandu, serta intervensi serentak terhadap ibu hamil dan balita yang akan dimulai pada Juli 2026.

BacaJuga

Pemkot Kendari Perkuat Pengendalian Harga Pangan, Kebutuhan Telur MBG Capai 100 Ribu Butir Perhari

Sekda Dorong Percepatan Tracing TBC di Kota Kendari

TPID Kota Kendari Ikuti Rakor Inflasi Bersama Mendagri

Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Sekda Kota Kendari Saat Memberikan Sambutan

“Anak-anak yang mengalami stunting tidak hanya terhambat pertumbuhan fisiknya, tetapi juga perkembangan kognitifnya yang pada akhirnya akan memengaruhi produktivitas dan daya saing generasi mendatang. Karena itu, penurunan stunting menjadi prioritas yang harus dituntaskan melalui kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” kata Sekda.

Menurut Amir Hasan, penilaian kinerja yang dilakukan tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi efektivitas berbagai program yang telah dijalankan sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan agar intervensi yang dilakukan ke depan lebih tepat sasaran.

Ia menekankan keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada sinergi lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, sanitasi, penyediaan air bersih, ketahanan pangan hingga pola pengasuhan anak dalam keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria Mahmud, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya menangani anak yang telah mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru.

Ketua TP. PKK Kota Kendari Saat Memberikan Sambutannya

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 400 anak stunting yang menjadi sasaran intervensi langsung Dinas Kesehatan. Namun, terdapat sekitar 12 ribu anak yang berpotensi mengalami stunting dan harus segera dipetakan secara akurat.

“Kami butuh data dasar dari RT dan kelurahan. Kalau yang sudah stunting, kami bisa intervensi dengan PMT dan vitamin. Tetapi yang lebih penting adalah mendeteksi anak-anak yang berisiko agar tidak masuk kategori stunting,” kata Hasria.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Kendari sedang mengumpulkan data sekitar 30 ribu anak yang tersebar di seluruh wilayah kota. Data tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan intervensi serentak yang direncanakan berlangsung pada Juli mendatang.

“Data ini sangat penting. Sebelum 1 Juli seluruh data harus sudah masuk. Dari data itu kita akan melihat siapa yang rutin datang ke Posyandu dan siapa yang belum. Di situlah kita bisa mendeteksi calon-calon stunting untuk segera dicegah,” jelasnya.

Intervensi yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemberian makanan tambahan, vitamin A, edukasi kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil dan balita.

Hasria juga menyoroti faktor-faktor sosial yang berpotensi meningkatkan angka stunting, termasuk fenomena pernikahan usia dini dan kehamilan pada usia yang belum ideal.

“Pak Lurah harus tahu kondisi masyarakatnya. Kasus pernikahan terlalu muda atau kehamilan usia dini harus menjadi perhatian bersama karena berpotensi melahirkan anak stunting,” tegasnya.

Dalam forum yang sama, Ketua Pembina Posyandu Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, mengingatkan pentingnya penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

Saat ini Kota Kendari memiliki 228 Posyandu yang tersebar di seluruh kelurahan. Namun, sebanyak 122 Posyandu atau sekitar 53 persen masih berada dalam kondisi tidak layak dan membutuhkan perhatian serius.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Posyandu membutuhkan dukungan lebih kuat dari seluruh pemangku kepentingan agar pelayanan kepada masyarakat bisa berlangsung lebih optimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di seluruh Posyandu sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Watubangga, Nusman Pagalu, membagikan strategi yang diterapkan di wilayahnya untuk mempercepat pengumpulan data keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, RT merupakan pihak yang paling memahami kondisi masyarakat sehingga pendataan dilakukan langsung dari tingkat lingkungan.

OPD Peserta Pertemuan Tim Pembina Posyandu

“Wilayah warga yang paling tahu tentu RT. Karena itu kami meminta data dari setiap RT, kemudian disetor melalui Kasi Pemerintahan agar proses pendataan lebih cepat dan akurat,” katanya.

Melalui penguatan Posyandu, pemutakhiran data hingga intervensi serentak yang akan dilakukan pada Juli mendatang, Pemerintah Kota Kendari berharap mampu menekan angka stunting secara signifikan sekaligus memastikan lahirnya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (ADV/RBP).

Tags: #Pemkot Kendari#Sekda Kota Kendari#Stunting#Wakil Wali Kota Kendari#Wali Kota KendariKota Kendari
Previous Post

Bahas Pengendalian Inflasi, Wakil Wali Kota Kendari Ikuti Rapat Koordinasi Bersama Mendagri

Next Post

Bahas Penanganan Banjir dan Air Bersih, Wakil Wali Kota Kendari Terima Delegasi Asal Prancis

Next Post

Bahas Penanganan Banjir dan Air Bersih, Wakil Wali Kota Kendari Terima Delegasi Asal Prancis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ASIA PACIFIC MAYORS ACADEMY 2026

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

HARI PRAMUKA

SURAT EDARAN WALIKOTA KENDARI

HARI TNI ANGKATAN UDARA

HARI BHAKTI ADHYAKSA 2026

HARI BANK INDONESIA

HUT KAB. MUNA

HUT KAB. BUTUR

HARI BHAYANGKARA

MTQ XXXI

GALUNGAN & KUNINGAN

SELAMAT & SUKSES KOTA KENDARI TUAN RUMAH UCLG ASPAC 2026

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

SELAMAT HARI RAYA NYEPI

SELAMAT HARI RAYA PASKAH

SELAMAT MEMPERINGATI JUMAT AGUNG

DIRGAHAYU PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

HUT TNI AU

HARI NELAYAN INDONESIA

© 2023 Informasisultra.com | PT Milenial Kendari Bangkit |   Alamat: BTN PNS Kel. Watubangga Kota Kendari

No Result
View All Result
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis

© 2023 Informasisultra.com | PT Milenial Kendari Bangkit |   Alamat: BTN PNS Kel. Watubangga Kota Kendari