KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari secara resmi mereles angka inflasi di wilayah Kota Kendari yakni pertanggal 1 Juli 2024 inflasi di Kota Kendari masih berada diangka 0,03% angkat tersebut masih berada dikategori terkendali.
Hal tersebut berdasarkan berita resmi yang direles oleh badan pusat statistik (BPS) Kota Kendari No. 06/07/7471/Th. XXVII, 1 Juli 2024. tentang perkembangan indeks harga konsumen Kota Kendari bahwa inflasi yang terjadi dibulan juni 2024 di Kota Kendari berada diangka 0,03%.
Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kota Kendari, Zulkarnaim mengatakan, Berdasarkan reles dari badan pusat statistik Kota Kendari angka inflasi pada bulan juni 2024 untuk Kota Kendari berada diangka 0,03%.
“Angka tersebut sebagian besar disumbang oleh beberapa komoditas seperti Ikan Layang, Ikan Kembung, Ikan Teri, Cabe Rawit, Beras, Jagung Manis dan lainlain,” katanya saat ditemui diruang kerjanya Selasa, 2 Juni 2024.
Zulkarnaim juga menambahkan, Namun berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan seperti didaerah pasar baruga Kota Kendari stok cabe rawit cukup banyak yang masuk dari Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Karena sebagian besar stok kita di Kota Kendari itu berasal dari Sulawesi Selatan memang dan memang kalau cabe rawit itu masih menjadi primadona di sektor yang mempengaruhi inflasi,” ucapnya.
Untuk mencegah hal tersebut Dinas Pertanian Kota Kendari selalu menyediakan benih untuk para kelompok tani yang berada dibawah naungan dinas pertanian Kota Kendari utamanya pada saat memasuki momentum hari raya besar seperti Idul Fitri, idul adha, natal dan tahun baru.
“Makanya untuk mengantisipasi itu 3 bulan sebelum memasuki hari besar nasional itu kita sebar benih untuk kemudian ditanam oleh teman teman kelompok tani kita sehinggah ketika memasuki momentum hari besar nasional itu cabai yang tadi ditanam sudah bisa dipanen,” bebernya.
Sehinggah hasil panen tersebut bisa menjaga stok dan ketersediaan cabai rawit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kendari menjelang hari besar nasional tersebut.
“Kami memiliki kurang lebih 488 kelompok tani terdiri dari 93 kelompok wanita tani yang berada dibawah naungan dinas pertanian Kota Kendari,” tutupnya. (ADV/AT).