KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – La Ode Darwin resmi nahkodai DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Muna Barat (Mubar). Darwin dilantik bersama pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Aula Kantor Gubernur Sultra, Pelantikan dilakukan langsung oleh Sekjen DPN HKTI, Dr. H. Abdul Kadir Karding, Kamis 10 September 2026.
Usai dilantik, Darwin langsung membeberkan agenda prioritas HKTI Mubar 5 tahun ke depan. Penguatan produksi pertanian, perluasan lahan persawahan, dan peningkatan akses petani terhadap program pemerintah menjadi fokus utama.
“Bagi saya ini bukan sekadar amanah organisasi. Ini ruang untuk memperjuangkan kepentingan petani Muna Barat. Sekitar 80–90 persen masyarakat di daerah kita menggantungkan hidup dari sektor pertanian,” ujar Darwin.
Komoditas unggulan yang akan didorong pertama adalah jagung. Darwin menargetkan Muna Barat menjadi salah satu sentra produksi jagung untuk wilayah kepulauan di Sultra. Skala produksi akan terus dimaksimalkan agar memiliki daya saing.
Selain jagung, pengembangan padi dan kacang tanah juga masuk program kerja. Menurutnya, peningkatan produksi sejumlah komoditas itu harus berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kesejahteraan petani.
“Target kita jelas. Produksi naik, petani sejahtera. HKTI harus hadir memastikan programnya sampai ke bawah,” katanya.
Agenda besar lainnya adalah perluasan areal persawahan melalui program cetak sawah baru. Lebih dari 800 hektare lahan diproyeksikan untuk program tersebut dan akan dilaksanakan tahun ini hingga tahun depan.
“Kementerian Pertanian sudah turun untuk melakukan peninjauan terkait cetak sawah baru,” ungkap Darwin.
Namun ia menegaskan, perluasan lahan harus dibarengi penyelesaian persoalan dasar petani. Salah satunya adalah ketersediaan air. Isu ini akan diperjuangkan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
Di sinilah peran HKTI menurut Darwin menjadi penting. Dengan jaringan organisasi hingga ke DPN dan pemerintah pusat, HKTI Mubar akan menjadi jembatan penyampaian aspirasi petani.
“HKTI memiliki jejaring yang cukup baik dengan pemerintah pusat. Insya Allah ini jadi langkah lebih baik untuk membantu menyampaikan aspirasi petani Muna Barat,” jelasnya.
Darwin juga berharap kepemimpinan Gubernur Sultra sebagai Ketua HKTI Provinsi dapat memperkuat sinergi pusat, provinsi, dan kabupaten. Koneksi tersebut penting agar program pertanian dari pusat dapat diterjemahkan sesuai kebutuhan petani di daerah.
Dengan demikian, agenda HKTI Mubar ke depan tidak hanya urusan organisasi. Target konkretnya adalah meningkatkan produksi jagung dan komoditas lain, memperluas lahan sawah 800 Ha, memperjuangkan kebutuhan air, serta membuka akses petani terhadap dukungan pemerintah pusat.
Pelantikan ini turut dihadiri jajaran DPN HKTI, pengurus DPW HKTI Sultra, dan unsur Forkopimda. Kehadiran Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding dinilai memberi sinyal kuat dukungan pusat kepada pengurus HKTI di daerah.














