KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Ketua forum pimpinan kecamatan dewan pimpinan daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Kendari Syamsul Umar angkat bicara soal rekomendasi partai golkar di perhelatan pemilihan Wali Kota (Pilwali) Kendari periode 2024-2029.
Menurut Syamsul Umar, Pada perhelatan pemilihan wali kota kendari periode 2024-2029 seluruh pengurus DPD II Golkar Kota Kendari telah melakukan sejumlah tahapan yang berdasarkan peraturan organisasi yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu.
“Kita telah melakukan rapat pleno yang kemudian rapat pleno kami perluas dan menghasilkan 3 nama kandidat bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari periode 2024-2029, mereka adalah Siska Karina Imran yang berpasangan dengan Sudirman, Giona Nur Alam yang berpasangan dengan Subhan, dan Aksan Jaya Putra yang berpasangan dengan Andi Sulolipu,” kata Syamsul Umar saat ditemui disalah satu tempat di Kota Kendari Selasa, 6 Agustus 2024.
Pria yang menjabat sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan Kadia ini juga mengatakan, Dalam mengeluarkan keputusan tersebut cukup banyak faktor yang menjadi tolak ukur penilaian DPD II Golkar Kendari sehingga bisa mengeluarkan 3 nama kandidat bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota salah satunya adalah soal etika dan komunikasi secara politik dengan pengurus DPD II Golkar Kendari mulai tingkat kelurahan, kecamatan bahkan sampai tingkat DPD II.

“Saya kira masalah etika dan komunikasi menjadi penting dalam tolak ukur kita di DPD II Golkar Kendari untuk kemudian memberikan rekomendasi kandidat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari nantinya, dan terkhusus juga adalah bagaimana bisa mendengarkan saran dan pendapat dari teman teman di pimpinan kelurahan, kecamatan maupun di DPD II,” ucap Syamsul.
Kendati demikian, Syamsul juga tak menampik dari ketiga pasangan calon yang diusulkan DPD II Golkar Kendari ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yakni Aksan Jaya Putra yang kemudian berpasangan dengan Andi Sulolipu yang kemudian masuk dalam usulan untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar untuk bertarung pada pilwali kendari yang bakal dihelat 27 November 2024 mendatang.
“Namun saya mau sampaikan bahwa komunikasi dengan yang menjadi kader Golkar itu sendiri sayangnya tidak terbangun dan tidak berjalan dengan baik,” ujar Syamsul.
Sehingga pihaknya mengambil kesimpulan bahwa siapapun nanti yang akan diputuskan oleh DPP Golkar untuk menjadi bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari dirinya bersama seluruh pimpinan kecamatan dan kelurahan siap untuk memenangkan kandidat tersebut baik dari kader Golkar maupun non kader Golkar itu sendiri.
“Kami juga bersama teman teman pimpinan kelurahan dan kecamatan bahkan sampai DPD II telah melakukan beberapa kali konsolidasi dan bersepakat bahwa akan tetap mendukung apa yang menjadi keputusan DPP Golkar Kota Kendari dan siap memenangkan pasangan tersebut baik kader maupun non kader dari partai Golkar,” tutup Syamsul.









