KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digagas oleh dinas ketahanan pangan (Disketapang) Kota Kendari terbukti berhasil kendalikan angka inflasi di ibu kota provinsi sulawesi tenggara (Sultra) yakni Kota Kendari.
Hal tersebut dibuktikan dengan pujian yang diberikan oleh kementrian dalam negeri (Kemendagri) saat pelaksanaan evaluasi kinerja Pj Wali Kota Kendari beberapa waktu lalu dijakarta.
Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup, S.E., M.Si. mengatakan, dalam masa triwulan II, Kota Kendari berhasil mengendalikan inflasi Year-on-Year pada Juni 2024 sebesar 2,40%, lebih rendah dari rata-rata nasional 2,51%, dan turun dari triwulan I sebesar 2,67%. Upaya pengendalian inflasi mencakup penyaluran bantuan beras, gerakan menanam lahan kosong, gerakan pangan murah, pasar tani mingguan, monitoring harga, dan kerjasama antar daerah.
Pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, S.E., M.Si. saat memberikan paparan kinerja di kementrian dalam negeri (Kemendagri) bilang, bahwa tim evaluator memberikan penghargaan atas kinerja yang telah dilakukan, terutama dalam hal menjalankan pemerintahan sesuai aturan yang berlaku.
“Penanganan stunting, pengendalian inflasi, dan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi poin-poin yang diapresiasi,” ujarnya. Yusup Jumat, 19 Juli 2024.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf menuturkan, Sejak menjelang hari raya idul adha dan mengantisipasi terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat, sekaligus menekan laju inflasi dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggelar gerakan pangan murah di 25 titik di kota Kendari.
“Jadi kita memang memiliki rencana untuk kembali menggelar kegiatan pangan murah di 25 titik dan untuk saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan pihak – pihak yang akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, termasuk dalam menentukan titik untuk menggelar pangan murah ini,” ungkap Abdul Rauf di Kendari.
Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Kendari ini juga menuturkan, pelaksanaan gerakan pangan murah ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya partisipasi dari pemerintah setempat seperti dari kelurahan – kelurahan yang akan di jadikan lokasi penyelenggaraan pangan murah, sebab berkaitan dengan mobilisasi para distributor yang akan berpartisipasi dalam gerakan pangan murah nantinya.
“Karena perlu saya sampaikan disributor hadir di kelurahan itukan kasihan tidak diberi bantuan apapun dari pemerintah, namun itukah hanya semata – mata karena rasa empati membantu pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan hal itu harus kita pikirkan juga,” tutur Abdul Rauf.
Abdul Rauf lebih lanjut berharap dalam gerakan pangan murah nantinya tidak hanya di dukung oleh Dinas Ketahanan Pangan saja namun juga beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan harapan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kita berharap nantinya pada saat pelaksanaan pasar murah seluruh OPD yang tergabung dalam team pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Kendari bisa sama sama berpartisipasi saling membantu minimal dengan memasukan produk milik mereka untuk dijual dipasar murah tersebut jangan hanya dinas ketahanan pangan saja,” tutup Abdul Rauf. (ADV/AT).