KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mematangkan persiapan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP) di wilayah Kota Kendari.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPKU) Kota Kendari, Syarifuddin, SE., Ak., MSA., mengatakan dari total 13 titik yang telah ditetapkan untuk pembangunan KKMP, sebanyak delapan titik kini telah rampung 100 persen untuk bangunannya.
“Dari 13 titik itu, untuk gedung gerainya sudah 100 persen di delapan titik. Sementara lima titik lainnya masih dalam proses pembangunan,” ujar Syarifuddin, Senin 14 September 2026.
Menurutnya, delapan lokasi yang telah rampung tersebut saat ini memasuki tahap pengadaan dan pemasangan berbagai perlengkapan penunjang operasional.
Perlengkapan itu meliputi kendaraan, peralatan gerai, jaringan internet, listrik, telepon, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dari delapan titik yang telah selesai, empat lokasi di antaranya dinyatakan telah siap untuk menjalani proses verifikasi dan validasi (verval).
Keempat lokasi tersebut berada di Punggaloba, Baruga, Puuwatu, dan Lepo-Lepo.
Syarifuddin menjelaskan, Pemkot Kendari telah membentuk tim verifikasi dan validasi sebagaimana arahan Kementerian Koperasi. Tim tersebut diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, dengan Kepala Dinas Koperasi sebagai wakil ketua.
Tim tersebut juga melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas PUPR, BKAD, bidang Cipta Karya, bidang aset, bidang koperasi, serta bagian pemerintahan.
“Hasil verifikasi dan validasi nantinya ada tiga kategori, yakni layak untuk beroperasi, layak dengan catatan, dan belum layak,” jelasnya.
Hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian Koperasi untuk dilakukan review oleh BPKP dan APIP sebelum tahapan berikutnya hingga KKMP dinyatakan siap beroperasi.
Syarifuddin menargetkan proses verifikasi dan validasi dapat diselesaikan secepatnya, sesuai harapan Kementerian Koperasi sebelum 20 September 2026.
Terkait adanya sorotan masyarakat mengenai lokasi pembangunan sejumlah KKMP yang dinilai berada jauh atau seperti berada di kawasan hutan, Syarifuddin menilai perbedaan pendapat tersebut merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan sebuah program.
Namun, ia memastikan seluruh titik pembangunan KKMP di Kota Kendari telah melalui proses inventarisasi dan pemilihan lokasi.
“Polemik atau perbedaan pendapat dari masyarakat itu wajar. Setiap program pasti ada polemik. Yang kami pastikan untuk Kota Kendari, dari 13 titik yang kami pilih, Alhamdulillah semua berada di lahan-lahan yang strategis dan bisa diakses oleh masyarakat,” pungkasnya.













