KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Pemerintah Kecamatan Poasia Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Poasia untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Kendari Kota sehat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Camat Poasia Roniva Mandalay Putra, S.Sos. saat ditemui diruang kerjanya Jumat, 11 Juli 2025.
Menurut Roniva wilayah yang dipimpin oleh dirinya yakni Kecamatan Poasia menjadi titik pantau yang berpusat di dua kelurahan yakni Kelurahan Wundumbatu dan juga Kelurahan Anggoeya.
“Penilaian kota sehat akan dilaksanakan insyaallah dibulan agustus nanti dan allhamdulilah kami Kecamatan Poasia dapat mengambil bagian dari penilaian kota sehat tersebut, karena di titik pantau berada di kelurahan wundumbatu dan juga kelurahan anggoeya,” kata Roniva.

Mantan sekretaris camat poasia ni juga menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M. dan juga Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menargetkan penghargaan kota sehat kategori Swasti Saba Wistara.
“Dipilih nya wilayah Kecamatan Poasia sebagai titik pantau merupakan tantangan tersendiri bagi kami untuk kemudian meningkatkan spirit dan kekompakan dalam mewujudkan kendari menjadi kota sehat kategori Swasti Saba Wistara,” ungkap Roniva.
Roniva juga mengajak seluruh stekholder yang berada dibawah koordinasi pemerintah kecamatan poasia agar bisa bersama-sama dan berkolaborasi untuk mewujudkan Kota Kendari menjadi kota sehat kategori Swasti Saba Wistara ditahun 2025.
Terpisah, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Menegaskan bahwa program Kota Sehat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya sistematis untuk mendorong kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Ia menekankan pentingnya peran aktif semua pemangku kepentingan, mulai dari OPD, camat, lurah, hingga masyarakat umum dalam membentuk lingkungan yang sehat dan layak huni.
“Yang dinilai bukan hanya rapat-rapatnya, tapi bukti aktual di lapangan: drainase, sanitasi, perilaku hidup bersih, dan ruang terbuka hijau,” ujar Siska.
Forum Kota Sehat Tahun 2025, kata Siska, harus mampu menghadirkan aksi nyata di masyarakat.
Ia menyoroti minimnya dokumentasi kegiatan lapangan dalam penilaian sebelumnya dan meminta agar tahun ini lebih banyak bukti aktual ditampilkan.
Dirinya juga menekankan perlunya dukungan anggaran, menegaskan bahwa kerja forum tidak bisa maksimal tanpa pendanaan yang memadai.
“Kalau tidak ada anggaran, bagaimana bisa bekerja maksimal?” tegasnya.

Wali Kota Kendari berharap agar Forum Kota Sehat ini menjadi motor penggerak perubahan nyata, bukan hanya sebatas forum koordinasi.
“Mari kita satukan semangat, satukan niat, agar Kota Kendari benar-benar menjadi kota layak huni, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan sesuai visi-misi pembangunan kita bersama,” tutupnya.(ADV).









