KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari secera resmi mereles berita resmi Inflasi Perkembangan indeks harga konsumen Kota Kendari No. 06/07/7471/Th. XXVII, 1 Juli 2024.
Dalam keterangan tersebut angka infasi Kota Kendari dari tahun ke tahun alias Year On Year (YOY) Juni 2024, berada diangka 2,40 persen yang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang berada diangka 2,61 persen dengan capaian tersebut menempatkan Kota Kendari diposisi ketiga tertinggi di Sultra dibawah Kabupaten Konawe yang minus 0,52% dan Kolaka minus 0,13%.
Kepala bidang perkebunan dan holtikultura dinas pertanian Kota Kendari, Zulkarnaim mengatakan Berdasarkan reles dari badan pusat statistik Kota Kendari angka inflasi dari tahun ke tahun pada bulan juni 2024 untuk Kota Kendari berada diangka 2,40 persen.
“Beras duduk diperingkat pertama dengan angka 0,88 persen, disusul peringkat kedua sigaret kretek mesin (SKM) dengan angka 0,41 persen selanjutnya peringkat ketiga emas perhiasan dengan angka 0,18 persen, cabai rawit 0,16 persen, akademi/perguruan tinggi 0,14 persen, terong 0,11 persen, sigaret putih mesin (SPM) 0,10 persen, daging ayam ras 0,09 persen, ikan teri, 0,09 persen dan terakhir bayam diangka 0,08 persen,” kata Zulkarnaim Selasa, 2 Juli 2024.
Zulkarnaim juga menambahkan, Namun berdasarkan informasi yang dihimpun dilapangan seperti didaerah pasar baruga Kota Kendari stok cabe rawit cukup banyak yang masuk dari Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Karena sebagian besar stok kita di Kota Kendari itu berasal dari Sulawesi Selatan memang dan memang kalau cabe rawit itu masih menjadi primadona di sektor yang mempengaruhi inflasi,” ucapnya.
Untuk mencegah hal tersebut Dinas Pertanian Kota Kendari selalu menyediakan benih untuk para kelompok tani yang berada dibawah naungan dinas pertanian Kota Kendari utamanya pada saat memasuki momentum hari raya besar seperti Idul Fitri, idul adha, natal dan tahun baru.
“Makanya untuk mengantisipasi itu 3 bulan sebelum memasuki hari besar nasional itu kita sebar benih untuk kemudian ditanam oleh teman teman kelompok tani kita sehinggah ketika memasuki momentum hari besar nasional itu cabai yang tadi ditanam sudah bisa dipanen,” bebernya.
Sehinggah hasil panen tersebut bisa menjaga stok dan ketersediaan cabai rawit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Kendari menjelang hari besar nasional tersebut.
“Kami memiliki kurang lebih 488 kelompok tani terdiri dari 93 kelompok wanita tani yang berada dibawah naungan dinas pertanian Kota Kendari,” tutupnya. (ADV/AT).