MUNA BARAT, INFORMASISULTRA.COM – Pelaksanaan pekerjaan penanganan cross drain pada ruas jalan BTS Kota Raha-Tondasi yang terletak di Desa Lakalamba, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat kini telah mencapai progres hingga 80 persen.
Proses pembangunan yang dilakukan oleh CV Rajawali Raya Engineering tersebut menuai pujian dari masyarakat di wilayah tersebut. Menurut masyarakat proses pembangunan cross drain yang dilaksanakan oleh CV Rajawali Raya Engineering tersebut selain tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan hasil pekerjaan tersebut juga sangat rapi dan dampak nya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Rajawali Raya Engineering tersebut selain diawasi langsung oleh masyarakat pekerjaan tersebut juga diawasi oleh PT Arcy Pratama Konsultan sebagai konsultan pengawas pekerjaan secara profesional sehingga sangat minim potensi pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Rajawali Raya Engineering tersebut mengalami kerusakan atau berjalan tidak sesuai SOP.

Lambera Soka yang merupakan salah satu warga asal dusun II Desa Lakalamba mengucapkan terima kasih banyak atas atensi atau program yang telah di turunkan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sultra untuk masyarakat yang berada wilayah tersebut.
Selain BPJN Sultra masyarakat juga mengapresiasi kinerja luar biasa dari CV Rajawali Raya Engineering sebagai pelaksana pekerjaan tersebut.
“Saya sebagai masyarakat asli di desa Lakalamba ini tentu sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BPJN Sultra dan juga CV Rajawali Raya Engineering sebagai pelaksana pekerjaan jembatan ini, Jujur saja kemarin sebelum pekerjaan ini ada jembatan yang kita lalui hampir saja roboh bahkan sudah tidak layak pakai karena mengancam keselamatan warga dan masyarakat di wilayah tersebut, Namun setelah hadirnya pembangunan yang dilakukan oleh CV Rajawali Raya Engineering allhamdulillah jembatan ini sudah bisa kembali digunakan dengan baik,” kata Lambera Soka Selasa, 14 Juli 2026.

Lambera Soka bilang, Perbandingan sebelum adanya jembatan dan setelah adanya jembatan tersebut tentu sangat berbeda jauh, Sebelum ada jembatan masyarakat sangat was-was untuk melintasi wilayah tersebut, Namun setelah hadirnya jembatan tersebut kini masyarakat tidak perlu was-was lagi karena CV Rajawali Raya Engineering selaku kontraktor pelaksana kegiatan tersebut melakukan pembangunan sangat baik tanpa adanya cacat sedikitpun.
“Kami masyarakat selama proses pembangunan jembatan tersebut terus memantau apa yang dilakukan oleh CV Rajawali Raya Engineering, Hasilnya kami sangat senang dan puas dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh CV Rajawali Raya Engineering ini karena menurut kami dengan spek yang mereka gunakan jembatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat untuk jangka panjang,” ucapnya.
Sementara itu, Salah seorang warga lainnya, Hardin menjelaskan pembangunan jembatan tersebut tidak jauh dari tempat dirinya tinggal sehingga dirinya hampir setiap hari melakukan pemantauan dan melihat langsung proses pembangunan jembatan tersebut yang dilakukan oleh CV Rajawali Raya Engineering.
“Saya sebagai warga desa Lakalamba sempat mendengar informasi bahwa pekerjaan jembatan ini katanya ada yang rusak, Saya kira kalau ada yang bilang pekerjaan ini rusak itu hoax karena saya memantau langsung dan tidak ada kerusakan yang terjadi di pekerjaan yang dilakukan oleh CV Rajawali Raya Engineering ini,” jelas Hardin.
Hardin juga menantang pihak luar yang kemudian datang untuk mengklaim pekerjaan tersebut rusak, Pasalnya pekerjaan tersebut sama sekali tidak memiliki kerusakan bahkan masyarakat kini merasakan perbedaan antara jembatan lama dan jembatan yang baru saja dibangun oleh CV Rajawali Raya Engineering.

Menurut nya pembangunan jembatan tersebut sama sekali tidak merugikan pihak manapun bahkan pembangunan tersebut memiliki dampak yang sangat positif bagi masyarakat di desa Lakalamba.
“Saya berharap agar pihak-pihak luar yang tidak berkepentingan terhadap pembangunan jembatan ini untuk tidak mengganggu fokus CV Rajawali Raya Engineering yang sedang menyelesaikan pembangunan secara 100 persen, Karena bukan mereka orang luar yang merasakan dampak nya tapi kami sebagai warga masyarakat asli di Kabupaten Muna Barat,” tutup Hardin.













