KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Memasuki bulan suci Ramadhan, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok (bapok) mengalami peningkatan signifikan. Hal yang sama juga terjadi untuk gas elpiji 3 kg atau yang biasa disebut sebagai gas melon.
Merespons hal tersebut, Komisi II DPRD Kota Kendari berencana melakukan pemantauan secara langsung kebutuhan pokok yang ada di pasaran.
“Karena kita berada di bulan Ramadhan jadi otomatis kebutuhan pokok meningkat, sehingga harus kita jaga harga kebutuhan pokok ini,” terang Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kambu-Baruga ini menegaskan bahwa lonjakan harga kebutuhan pokok saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri adalah sesuatu yang harus diantisipasi.
“Kita akan bahas ketersediaan bahan pokok ini termasuk harganya supaya masyarakat Kota Kendari tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dan yang terpenting juga harganya dapat dijangkau,” jelas Jabar Al Jufri.
Komisi II DPRD Kota Kendari juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perdagangan dan Dinas Perindustrian, untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum pedagang.

Selain itu, operasi pasar yang sudah dijadwalkan Pemerintah Kota Kendari juga diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjaga harga tetap stabil.
Selain bahan pokok, Komisi II DPRD Kota Kendari juga akan memantau ketersediaan dan distribusi gas elpiji 3 kg yang sering kali mengalami kelangkaan di pasaran, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.
“Termasuk kebutuhan gas melon yang juga selama ini sering dikeluhkan masyarakat,” kata Jabal Al Jufri.
“Kita berharap semua kebutuhan pokok dan gas tersebut dapat tersedia dengan mudah saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri nanti,” lanjutnya.
DPRD Kota Kendari berharap, dengan pemantauan dan koordinasi yang intensif, permasalahan terkait lonjakan harga dan kelangkaan barang dapat diminimalisir.
Ia berharap dengan begitu masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri.
Komisi II juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan panic buying yang justru dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut.
Dengan sinergi antara pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta gas elpiji 3 kg dapat tetap terjaga sepanjang bulan Ramadhan hingga lebaran nanti.

Pemerintah Kota Kendari sebelumnya pada 28 Februari 2025 lalu sudah melakukan rapat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang dan saat bulan Ramadan.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Pj Sekda Kendari Amir Hasan di Ruang Rapat Wali Kota Kendari.
“Kepastian stabilnya harga dan ketersediaan bahan pokok sangat urgen terutama memasuki bulan Ramadan,” kata Amir Hasan.
Amir Hasan mengatakan, pengendalian inflasi menjadi bagian dari fokus utama dalam program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan Sudirman.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Kendari, Jahudding menerangkan TPID bersama Forkopimda Kota Kendari telah melakukan monitoring menemukan perubahan harga.
“Saat monitoring kami menemukan beberapa komoditi yang terjadi kenaikan harga misalnya cabai rawit sebelumnya hanya 40-50 ribu, tapi kemarin melonjak 80-85 ribu perkilo -nya,” ungkapnya
Sejumlah bahan pokok memang terpantau merangsek naik saat bulan Ramadan, tetapi Pemkot Kendari berkomitmen menekan harga agar tak naik terlalu tinggi.(ADV/IRN)









