KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari sekaligus wakil ketua Bapemperda DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, mengingatkan kalangan muda-mudi untuk tidak berlebihan dalam merayakan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban, keselamatan, dan nilai-nilai religius agar suasana takbiran tetap kondusif dan tidak memicu hal-hal yang merugikan.
Menurut Rajab Jinik, Malam takbiran selama ini kerap diwarnai euforia berlebihan, seperti konvoi kendaraan secara ugal-ugalan, penggunaan knalpot bising, hingga aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Ia menilai, jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi ini bisa menimbulkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun konflik sosial di tengah masyarakat.

“Euforia itu boleh, tapi harus dalam batas kewajaran. Jangan sampai malam takbiran berubah menjadi ajang kebut-kebutan di jalan, penggunaan knalpot yang mengganggu, atau bahkan tindakan yang berpotensi menimbulkan keributan. Ini yang harus kita hindari bersama,” kata Rajab, Jumat, 20 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa momentum malam takbiran seharusnya dimaknai sebagai bagian dari ibadah, bukan sekadar perayaan yang kehilangan esensi spiritualnya.
Oleh karena itu, Rajab mengajak generasi muda untuk mengisi malam takbiran dengan kegiatan yang lebih positif, seperti mengikuti takbiran di masjid, berkumpul bersama keluarga, atau kegiatan sosial keagamaan di lingkungan masing-masing.
“Makna takbiran itu adalah mengagungkan kebesaran Allah. Jadi seharusnya diisi dengan kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai tersebut, bukan justru dengan hal-hal yang berpotensi merusak suasana,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar, Ini juga menyentil fenomena penggunaan minuman keras dan potensi penyalahgunaan narkoba yang kerap muncul dalam keramaian malam hari. Ia mengingatkan bahwa perilaku semacam itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak masa depan generasi muda.
“Kami mengingatkan dengan tegas, jangan ada yang mencoba-coba mengonsumsi minuman keras atau terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Selain melanggar hukum, ini juga sangat berbahaya bagi diri sendiri dan lingkungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga suasana kondusif, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan aparat pemerintah setempat. Menurut dia, sinergi antara masyarakat dan aparat sangat diperlukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Ini bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita bersama. Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan orang tua harus ikut mengingatkan dan mengawasi, terutama anak-anak muda agar tidak terlibat dalam aktivitas negatif,” paparnya.
Politikus Golkar secara khusus meminta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama yang masih berusia remaja. Ia menilai, banyak kasus pelanggaran yang terjadi pada malam takbiran berawal dari kurangnya kontrol keluarga.
“Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus memastikan anak-anaknya tidak keluar rumah tanpa tujuan yang jelas, apalagi hingga larut malam tanpa pengawasan. Arahkan mereka untuk ikut kegiatan yang positif,” katanya.
Selain itu, Pria yang menjabat sebagai Ketua Koni Kota Kendari ini juga, Mendorong aparat kepolisian dan instansi terkait untuk meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan, seperti jalan protokol, pusat keramaian, dan kawasan permukiman padat penduduk. Langkah preventif tersebut dinilai penting untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan.
“Kami berharap aparat bisa hadir di tengah masyarakat melalui patroli dan pengawasan. Jika ada indikasi pelanggaran, segera dilakukan tindakan persuasif maupun penegakan hukum sesuai aturan,” ucapnya.
Penertiban terhadap konvoi kendaraan yang tidak sesuai aturan harus dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Menurutnya, pendekatan ini penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Penegakan aturan itu penting, tapi pendekatannya juga harus bijak. Edukasi harus diutamakan, supaya anak-anak muda kita paham bahwa yang kita jaga ini adalah keselamatan bersama,” paparnya.
Dengan demikian, Rajab Jinik berharap, perayaan malam takbiran tahun ini di Kota Kendari dapat berlangsung lebih tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman.
“Kita semua tentu ingin merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita. Tapi kebahagiaan itu akan lebih bermakna jika dirasakan dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh kekhidmatan,” tandasnya. (ADV/JMS).






