KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Dalam rangka menyambut hari raya idul fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari mendorong stabilitas harga sembilan bahan pokok (Sembako) dan pangan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, S.T., Saat melakukan operasi pasar bersama Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M. dan Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Al Jufri. Selasa, 17 Maret 2026.
La Ode Muhammad Inarto menyebut, Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (Sidak) di empat pasar besar dan menjadi pusat perbelanjaan di Kota Kendari, Dirinya menyimpulkan stok kebutuhan bahan pokok atau pangan di Kota Kendari menjelang hari raya idul fitri 1447 hijriah masih terjamin dam cukup aman.

Kendati demikian, Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga, Namun harga tersebut dianggap masih dalam batas yang wajar dan bisa diterima oleh masyarakat di Kota Kendari.
“Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi kami di DPRD karena ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok sangat berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Laode Muhammad Inarto.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga mendorong koordinasi antara pemerintah daerah (Pemda) dan semua pihak agar terus dijalin dan di perkuat guna mencegah terjadinya lonjakan harga bahan pokok yang tidak terkendali di wilayah Kota Kendari.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah antisipatif, seperti mengoptimalkan distribusi dari gudang cadangan atau melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik pemalsuan harga,” jelasnya.

Untuk itu orang nomor 3 di Kota Kendari ini berkomitmen untuk mendukung penuh segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah kota kendari dalam rangka menjamin akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan stabilisasi harga pangan di kota berjuluk “Kota Lulo” ini.
Ditempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, dr. Jabar Al Jufri mengaku bakal fokus menangani urusan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dan menekankan pentingnya keberlangsungan pemantauan secara berkala baik dipasar tradisional maupun ritel yang ada di Kota Kendari.
“Kenaikan harga beberapa komoditas ini kemungkinan terkait dengan dinamika pasokan dan permintaan yang meningkat menjelang hari raya idul fitri 1447 hijriah,” ujar Jabar.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini bilang, Pihaknya mendorong agar pemantauan tidak hanya dilakukan saat ini, tetapi terus berlanjut hingga menjelang dan bahkan setelah Idul Fitri. Selain itu, perlu juga diperhatikan kebersihan dan kenyamanan pasar sebagai bagian dari pelayanan publik yang baik kepada masyarakat.
Untuk diketahui, berdasarkan pemantauan sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan harga, namun stok tetap tersedia di pasaran.

Seperti dipasar Mandonga, Harga bawang merah tercatat 38 ribu rupiah per kilogramnya yang sebelumnya berada diharga 30 ribu rupiah, Tomat yang sebelumnya ada diharga 10 ribu rupiah kini menjadi 15 ribu rupiah, Bawang putih tetap stabil diharga 50 ribu rupiah, Cabai sebelumnya diharga 30 ribu rupiah kini menjadi 40 ribu rupiah dan daging sapi sebelum nya berada diharga 140 ribu kini menjadi 150 ribu per kilogram nya.
Sedangkan dipasar Sentral Kendari, Harga telur ayam berada di kisaran 70 sampai 75 ribu rupiah per raknya yang sebelumnya hanya 60 sampai 67 ribu per raknya, Untuk ayam potong berkisar diharga 70 ribu sampai dengan 90 ribu rupiah yang sebelumnya hanya 60 ribu rupiah.
Terakhir dipasar Baruga, Harga kentang tercatat 23 ribu rupiah per kilogram dari sebelumnya 22 ribu rupiah sedangkan wortel berada di kisaran harga 18 ribu rupiah per kilogramnya. Selain memantau harga, tim juga meninjau kebersihan lokasi pembuangan sampah dan pelayanan pengelola pasar. (ADV/JMS).






