KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari mengajak kepada masyarakat Kota Kendari untuk memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan seperti cabai, tomat, ubi dan lainlain.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka memgendalikan inflasi di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup, S.E., M.Si. mengatakan, Salah satu langkah untuk mengendalikan atau menekan laju inflasi adalah melalui peningkatan pasokan komoditi cabai dan tomat ke pasar secara berkesinambungan.

Yakni meningkatkan produktivitas dengan perluasan areal tanam dan intensifikasi serta kita galakkan penanaman tidak hanya ditingkat kelompok tani saja namun akan dilakukan juga di sekolah-sekolah, puskesmas dan lahan-lahan kosong di pekarangan rumah masyarakat.
“Saya mengajak masyarakat Kota Kendari agar melakukan penanaman cabai, tomat dipekarangan rumahnya masing masing hal ini kita lakukan guna menekan laju inflasi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara,” kata Muhammad Yusup Senin, 8 Juli 2024.
Menurutnya, dengan menanan cabai dan tomat paling tidak dua sampai tiga bulan kedepan dalam rangka mengahadapi perayaan natal dan tahun baru 2024 -2025 mendatang.

“Paling tidak dengan menanam sekarang kita berharap ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kita nantinya seperti cabai dan tomat sehingga pada saat momentum perayaan tahun baru dan natal nanti tidak sulit untuk mencari cabai dan tomat yang biasanya harganya agak melonjak naik,” jelasnya.
Yusup bilang, Cabai dan tomat merupakan dua komoditi pertanian yang terus menjadi penyumbang terhadap tingginya laju inflasi di Kota Kendari. Terlebih pada periode tertentu seperti pada hari besar keagamaan nasional, Idul Fitri, Idul Adha, Natal dan Tahun Baru.
Selain itu, kondisi musim dan hama penyakit juga dapat menurunkan produksi yang menyebabkan suplai di pasar menurun sehingga berdampak pada tingginya harga komoditi pertanian ini.
“Inflasi akibat meningkatnya harga cabai dan tomat ini memberi dampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga, maupun usaha kuliner yang ada dan lebih luas mempengaruhi pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Kenaikan harga beberapa komoditas penyumbang inflasi khususnya cabai dan tomat diprediksi akan terus naik jika suplai dari petani tidak segera tertangani,” ucap Kepala BPBD Sulawesi Tenggara ini.

Yusup menjelaskan, selain pelaksanaan penanaman dipekarangan tersebut juga harus diselenggarakan gerakan pangan murah yang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari dengan melibatkan berbagai pihak guna menekan laju inflasi khususnya komoditas pertanian.
Terakhir, Pj Wali Kota Kendari berharap, kolaborasi yang telah dilakukan bersama Forkopimda dan distributor dapat terus berlanjut dan menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ADV/AT).









