KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya menekan angka inflasi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) salah satu cara yang dilakukan Pemkot Kendari adalah melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan dipelataran Kantor Wali Kota Kendari.
Berikut daftar harga sembako di Gerakan Pangan Murah dan Kuliner Murah di lapangan parkir Balai Kota Kendari yang akan berlangsung selama 4 hari, yakni 11-14 Juni 2024, mulai pukul 09.00-16.00 WITA.

1. Bawang merah Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram
2. Bawang putih Rp45 ribu per kilogram
3. Kepiting Rp100 ribu per kilogram
4. Lobster Rp200 ribu per kilogram
5. Daging ayam Rp100 ribu per 3 bungkus
6. Ikan baronang Rp60 ribu per kilogram
7. Gurita Rp60 ribu per ekor
8. Ikan Tenggiri Rp70 ribu per ekor
9. Buah jeruk santa Rp35 ribu per kilogram
10. Buah pir Rp25 ribu per kilogram
11. Buah apel Rp35 ribu per kilogram
12. Telur Rp53 ribu sampai Rp55 ribu per rak
13. Minyak goreng merek Avena Rp18 ribu per liter, dan Rp35 ribu per 2 liter.
14. Minyak goreng merek Bimoli Rp38 ribu per 2 liter
15. Beras kepala Mawar Merah Rp135 ribu per 10 kilogram
16. Beras kepala BMW Rp127 ribu per 10 kilogram
17. Beras slyp super Mawar Merah Rp123 ribu per 10 kilogram

Untuk diketahui kegiatan ini diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kendari.
Selain sembako juga tersedia kue-kue kering, makanan siap saji, bumbu siap pakai, di samping itu juga tersedia alat tulis sekolah, seragam sekolah maupun kantor yang bisa diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau
Dalam kegiatan ini juga disediakan layanan pemeriksaan gratis, seperti pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol dan pemeriksaan tekanan darah yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari.
Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup mengatakan kegiatan ini juga dalam rangka menghadapi hari besar keagamaan, yang biasanya permintaan kebutuhan khususnya kebutuhan pangan itu selalu meningkat dan bahkan tidak terkendali.
“Ini kita lakukan untuk menstabilkan harga agar bisa terkendali dan tidak membebani masyarakat,” ujarnya
Apalagi kata dia, seringkali disaat-saat tertentu banyak tengkulak yang mencoba menampung atau menimbun kebutuhan-kebutuhan pokok yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat agar bisa menaikkan harga.

“Mereka mencari keuntungan dengan membebani masyarakat, lonjakan harga yang tinggi tentu akan membebani dan mengurangi daya beli masyarakat terutama dari keluarga yang kurang mampu,” ungkapnya.
“Gerakan pangan murai ini tidak hanya kami lakukan pada saat ini tapi kita akan lakukan terus-menerus dalam rangka mengendalikan inflasi dan ini kami lakukan sampai ke tingkat kelurahan dan kecamatan ,” tutupnya. (ADV/AT).









