KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus berupaya memastikan kestabilan harga bahan pangan di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) menjelang hari raya idul adha 1445 Hijriah/2024 Masehi.
Hal tersebut dilakukan Pemkot Kendari melalui dinas ketahanan pangan (Disketapang) Kota Kendari dalam rangka menjaga stabilitas harga dan juga menjaga angka inflasi di Kota Kendari.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf mengatakan, Pihaknya yang tergabung dalam team pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Kendari terus melakukan pengecekan stok bahan pokok didistributor guna menjaga stabilitas harga di pasaran menjelang hari raya idul adha 1445 Hijriah.

““Stok beras masih aman di Kota Kendari. Sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Periode Mei ini termasuk pada hari raya Idul Adha Juni mendatang,” kata Abdul Rauf Senin, 3 Juni 2024.
Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari ini juga menambahkan, Pihaknya akan terus melakukan pengecekan hingga menjelang hari H perayaan hari raya idul adha 1445 hijriah sehingga inflasi bisa terjaga dengan stabilnya harga bahan pangan dipasaran.

“Bahan pangan lain seperti minyak goreng, gula dan minyak goreng masih aman. Masih tersedia di Gudang Bulog. Masih ada ratusan ton stoknya. Itu belum termasuk pangan yang ada di distributor,” bebernya.
Abdul Rauf juga memastikan, pihaknya akan terus melaksanakan monitoring sebagai bentuk pengawasan agar ketersediaan bahan pangan aman dan terjangkau dari sisi harga.
Untuk diketahui berdasarkan data dari Kementrian Dalam Negeri (Kemndagri) Republik Indonesia (RI) pada bulan mei 2024 Kota Kendari mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dan secara Nasional sebesar 0,03 persen sedangkan provinsi Sulawesi Tenggara mengalami inflasi sebesar 0,10 persen.

Sedangkan jika dilihat dari inflasi tahunan Kota Kendari berada diangka 2,55 persen dan angka tersebut masih berada dibawah rata-rata standar Nasional yang berada diangka 2,84 persen dan juga masih berada dibawah angka standar provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berada diangka 2,57 persen. (ADV/AT).














