KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Dalam rangka pengendalian laju inflasi di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Kendari terus melakukan sosialisasi gerakan pangan lokal.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari Abdul Rauf saat ditemui diruang kerjanya Kamis, 30 Mei 2024.
Abdul Rauf menjelaskan, Terjadi kenaikan inflasi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara dari sebelumnya diangka 2,67% naik menjadi 3,09% pada bulan Mei 2024 namun angka tersebut menurut Abdul Rauf masih bisa terkendali.

“Kami sebagai salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang masuk dalam team pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Kendari tentu bertanggung jawab terhadap pengendalian laju inflasi yang terjadi di Kota Kendari,” kata Abdul Rauf.
Untuk itu, Abdul Rauf terus berupaya melakukan langkah-langkah taktis dan juga stategis guna menekan laju inflasi di Kota Kendari salah satunya dengan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Kendari.
“Kita harus terus memastikan distribusi pangan dari satu tempat ketempat yang lain berjalan dengan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan dalam pendistribusiannya, selain itu juga terus melakukan survey untuk memastikan kualitas pangan yang akan di konsumsi masyarakat,” ucap Abdul Rauf.

“Kalau kami tentu yang pertama ketersediaan pangan, seperti beras, gula, minyak goreng dan beberapa komoditas pangan lainnya, kemudian memastikan pendistribusiannya berjalan dengan baik serta melakukan survey kualitas pangan kita,” lanjut Abdul Rauf di Kendari, Senin, Mei 2024.
Abdul Rauf yang juga mantan Kepala Dinas Sosial kota Kendari ini menjelaskan salah satu upaya yang saat ini terus dilakukan dalam menekan laju inflasi adalah dengan terus melakukan gerakan pangan murah yang merupakan program nasional.
Tak hanya itu, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan memperkenalkan makanan – makan lokal, serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan pekarangan dan juga mensukseskan gerakan stop boros pangan.

“Jadi kita juga terus melakukan gerakan pangan murah, memperkenalkan makanan lokal kita seperti kabuto, sinonggi dan beberapa makanan lokal lainnya dan juga terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dan juga gerakan stop boros pangan,dan ini juga sebagai upaya menekan laju inflasi,” jelasnya.
Lebih lanjut Abdul Rauf memastikan pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin agar inflasi di daerah tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat terus memenuhi kebutuhan pangannya.
“Kita akan terus berkoordinasi dengan OPD teknis dan juga mitra kami yakni distributor guna memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Kendari,” tutup Abdul Rauf. (ADV/RK).









