MUNA BARAT, INFORMASISULTRA.COM – Pelaksanaan pekerjaan penanganan cross drain pada ruas BTS Kota Raha–Tondasi di Desa Lakalamba, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, disebut tetap mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan sekaligus ditujukan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama CV Rajawali Raya Engineering, Abdul Rachman Nur Eka, ST, Sebagai Kontraktor Pelaksana proyek cross drain pada ruas BTS Kota Raha-Tondasi, Menanggapi isu yang beredar terkait dugaan pekerjaan proyek tersebut tidak memperhatikan keselamatan masyarakat yang melintas di lokasi pekerjaan.
Menurut Rachman, seluruh tahapan pekerjaan yang dilaksanakan pihaknya telah mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Ia juga mempertanyakan sumber informasi yang mengatasnamakan masyarakat dalam pemberitaan yang menyoroti proyek tersebut.
“Saya lihat pemberitaannya di salah satu media online. Namun narasumber yang mengatasnamakan masyarakat itu tidak jelas. Pertanyaannya adalah masyarakat mana yang mengeluhkan persoalan pengerjaan proyek di lokasi tersebut,” kata Rachman saat ditemui disalah satu tempat di Kota Kendari, Senin 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan bahwa dirinya rutin turun langsung memantau perkembangan pekerjaan di lapangan. Dari hasil pemantauan tersebut, Rachman mengaku tidak menemukan adanya keluhan masyarakat sebagaimana yang diberitakan.
“Saya aktif turun ke lapangan. Namun anehnya tidak ada masyarakat yang mengeluh soal pekerjaan itu. Malahan mereka merasa terbantu dengan adanya pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sultra,” ujarnya.
Rachman menilai pekerjaan cross drain yang sedang berlangsung merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran transportasi dan penanganan aliran air di sepanjang ruas jalan tersebut.

Karena itu, ia menyayangkan munculnya informasi yang menurutnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Rachman menegaskan bahwa isu yang beredar justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Tentu saja kita dirugikan dengan isu publik yang saya bisa bilang menyesatkan. Kenapa saya bilang menyesatkan, karena apa yang mereka sampaikan itu sama sekali tidak sesuai atau berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rachman juga mengaku terkejut dengan adanya foto yang beredar dan disebut menggambarkan kondisi pekerjaan. Menurutnya, foto tersebut telah diedit menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI sehingga tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
“Saya kaget lihat foto yang mereka edit menggunakan AI. Sementara yang terjadi di lapangan sama sekali berbanding terbalik dengan foto yang mereka tampilkan,” ucapnya.
Meski demikian, pihak pelaksana memilih tetap fokus menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan. Rachman berharap seluruh pihak dapat ikut mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Muna Barat.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan cross drain pada ruas BTS Kota Raha–Tondasi adalah menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan selama proses pengerjaan berlangsung.








