KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meninjau langsung lokasi banjir yang terjadi di bantaran kali wanggu Kelurahan Lepo-Lepo Kecamatan Baruga Kota Kendari.
Jabar yang merupakan legislator Kota Kendari yang berasal daerah pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Kambu dan Kecamatan Baruga.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon Jabar Al Jufri mengatakan, dirinya turun langsung ke lokasi banjir sudah sejak hari Jumat, 8 Mei 2026 sore lalu, Bahkan dirinya sampai absen pada perayaan gala diner event internasional United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) yang dipusatkan di Kota Kendari.
“Jadi kunjungan ke masyarakat yang terdampak banjir di bantaran kali wanggu itu bukan hanya hari ini saya lakukan namun juga sejak jumat malam saya sudah hadir langsung melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir di kali wanggu, Bahkan saya secara pribadi sampai tidak ikut perayaan gala diner UCLG ASPAC karena saya turun langsung ke lokasi banjir,” kata Jabar.
Jabar menambahkan, Tak hanya dihari jumat dirinya juga kembali turun ke lokasi banjir di bantaran kali wanggu pada hari sabtu dan minggu.
“Lokasi banjir di bantaran kali wanggu ini merupakan salah satu rumah bagi saya secara pribadi karena saya juga lahir dan besar di daerah lepo-lepo tersebut, Makanya saya tidak pernah ketinggalan untuk hadir dan membersamai masyarakat yang bermukim di bantaran kali wanggu itu setiap terjadi bencana seperti banjir,” sambung Jabar.
Pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari ini bilang, Dirinya tak hanya datang sekedar berkunjung dan melihat langsung kondisi masyarakat namun juga dirinya sebagai anggota DPRD Kota Kendari tentu harus memastikan penanganan banjir yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sudah dilaksanakan atau belum.
“Selain melihat langsung masyarakat yang terdampak banjir saya juga tentu turun langsung untuk memastikan penanganan yang telah diambil oleh pemerintah kota (Pemkot) Kendari dan juga melihat apa saja yang bisa saya masukan sebagai bantuan bagi masyarakat yang terdampak banjir di kawasan kali wanggu ini,” ucap Jabar.
Pria kelahiran Kendari, 12 November 1993 itu juga mengapresiasi langkah cepat Pemkot Kendari didalam melakukan penanganan banjir di Kota Kendari khususnya di kawasan kali wanggu kelurahan lepo-lepo.
“Pemkot Kendari di bawah arahan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari sangat sigap dan luar biasa dalam penanganan banjir dan tadi saya lihat sudah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum untuk para masyarakat yang terdampak banjir dikawasan kali wanggu tersebut,” ujar
Jabar.
Tak hanya itu, Kerjasama dan kolaborasi yang di bangun oleh TNI-Polri didalam bahu membahu membantu mengevakuasi korban banjir di kawasan tersebut harus diapresiasi seperti membantu di bagian dapur umum, mendirikan tenda pengungsian bahkan juga ada posko kesehatan yang disediakan untuk masyarakat yang terdampak banjir.
“Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat didalam membantu penanganan banjir yang sudah maksimal di kawasan kali wanggu tersebut,” bebernya.
Menurut Jabar, Intensitas hujan di Kota Kendari akhir-akhir ini sangat tinggi sehingga memang persoalan banjir khususnya di kawasan kali wanggu tak dapat terhindarkan, Bahkan kawasan ini menjadi langganan banjir sejak dulu ditambah lagi pemukiman warga yang lebih rendah dari pada permukaan air kali wanggu.
“Pemerintah juga sudah melakukan beberapa upaya didalam pencegahan kawasan tersebut agar tidak terjadi banjir seperti membuat tanggul yang lebih tinggi bahkan sampai membangun kolam retensi guna menampung debit air yang meningkat pesat saat terjadi hujan namun tetap saja belum mampu menyelesaikan persoalan banjir dikawasan kali wanggu tersebut,” pungkas Jabar.
Terakhir Persoalan banjir di kawasan kali wanggu tersebut merupakan persoalan yang sangat serius dan sekaligus PR bagi pemerintah untuk mencari solusi terbaik sehingga kedepannya masyarakat tidak lagi menjadi korban bencana tersebut.









