KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari kembali memberikan reaksi tegas sekaligus warning seiring meningkatnya isu penyimpangan sosial yang dilakukan oleh para kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang mulai terdeteksi di wilayah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Kendari, La Yuli, S.Pd., M.Pd., kini ikut angkat bicara seiring meningkatnya isu penyimpangan sosial LGBT. Menurut La Yuli DPRD Kota Kendari bakal segera mendorong Peraturan Daerah (Perda) terkait pelanggaran dan penyimpangan bagi para kaum LGBT.
“Tentu kita sebagai umat beragama bersepakat bahwa semua agama menolak perbuatan menyimpang seperti LGBT ini,” kata La Yuli saat diwawancarai melalui sambungan telpon Jumat, 24 April 2026 sore.
La Yuli menambahkan, Selain dari sisi keagamaan perbuatan menyimpang tersebut juga memiliki dampak negatif dan sangat membahayakan dari sisi kesehatan secara umum seperti infeksi HIV dan penyakit menular seksual lainnya.
Perbuatan menyimpang tersebut juga memiliki imbas terhadap kesehatan mental ditambah lagi korbannya sudah memasuki jenjang usia bahkan hingga ke anak-anak sekalipun.
“Saya sebagai ketua fraksi PKS DPRD Kota Kendari merasa sudah saatnya dan sangat perlu untuk kita dorong perda pelarangan LGBT ini sehingga nantinya ada sanksi yang sangat tegas bagi mereka dan juga tidak ada tempat sama sekali untuk mereka berkeliaran di Kota Kendari,” tegas La Yuli.
Pria yang menjabat sebagai Ketua DPD PKS Kota Kendari ini juga bilang, Tentu dalam memerangi perbuatan menyimpang seperti LGBT ini dibutuhkan peran oleh semua pihak, tidak hanya DPRD Kota Kendari, dan Pemkot Kendari, Namun juga dibutuhkan peran forkopimda Kota Kendari, para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Kota Kendari.
“Saya juga mengajak agar kita semua mari sama-sama, khususnya para orang tua untuk mengawasi dan menjaga pertemanan anaknya, sehingga kita bisa sama-sama perangi perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh para kaum LGBT ini, Sehingga kita di Kota Kendari bisa hidup nyaman dan tenteram sesuai dengan julukan Kota Kendari sebagai Kota Bertakwa,” tutupnya.








