• Indeks
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
informasisultra.com
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis
No Result
View All Result
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis
Home Berita

Guna Lestarikan Budaya, Festival Kaghati Kolope 2025 Bakal Digelar di Kabupaten Muna

31 Mei 2025
in Berita, Ekobis, Pemerintahan
Reading Time: 2 mins read
Guna Lestarikan Budaya, Festival Kaghati Kolope 2025 Bakal Digelar di Kabupaten Muna
819
SHARES
1.4k
VIEWS
Share WAShare on FacebookShare on Twitter

MUNA, INFORMASISULTRA.COM – Semangat pelestarian budaya dan jejak sejarah kembali digaungkan melalui gelaran Festival Kaghati Kolope 2025 yang akan berlangsung selama sepekan penuh, dari tanggal 11 hingga 18 Juli 2025, di Desa Liangkobori, Kabupaten Muna.

Festival ini menjadi simbol penting dalam upaya merawat dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur yang kaya dan bernilai tinggi.

Dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya Leluhur: Daseise Lalo Damowanu Liwu”, festival ini mengambil tempat di kawasan bersejarah Penataran Goa Liangkobori, salah satu situs prasejarah terpenting di Sulawesi Tenggara yang terkenal dengan ratusan lukisan dinding purba.

BacaJuga

Komitmen Tingkatkan Pembinaan Atlet, Ketua Koni Kota Kendari Tutup Kejuaraan Basket Adventure Victorem Cup III

Perkuat Sinergi Anti-Korupsi, Kejati Sultra Gelar Penyuluhan Hukum

Pemprov Sultra–UNM Teken Kesepakatan Bersama untuk Perkuat Kompetensi Guru SMK dan SLB

Kegiatan ini akan menyatukan aspek budaya, pendidikan, dan pariwisata dalam satu rangkaian acara yang melibatkan komunitas lokal, seniman, peneliti, hingga wisatawan.

Kegiatan Festival ini diinisiasi oleh pemerintah Desa yang sudah berjalan selama 3 tahun berturut-turut, dan pada tahun ini pemerintah Desa berkolaborasi dengan Gerakan Turun Tangan Kendari.

Koordinator Umum Gerakan Turun Tangan Kendari, La Ode Faykun Maidhani, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan bentuk nyata dari gerakan kebudayaan akar rumput yang bersifat partisipatif dan inklusif.

“Festival Kaghati Kolope bukan hanya tentang kesenian atau hiburan, tapi tentang memaknai ulang siapa kita sebagai masyarakat Muna. Kami ingin membuka ruang perjumpaan antara generasi muda dan warisan leluhur, agar sejarah tidak hanya tinggal di masa lalu, tapi hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Sabtu 31 Mei 2025.

Festival ini akan diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti pembuatan dan penerbangan kaghati (layang-layang dari daun kolope yang menjadi simbol budaya agraris Muna), pentas seni tradisional, pameran tenun dan kerajinan lokal, diskusi budaya, berbagai lomba tradisional serta tur edukatif ke dalam Goa Liangkobori. Para pengunjung juga akan diajak menyaksikan langsung kearifan lokal.

Kepala Desa Liangkobori, Farlin, S.H, menyambut baik antusiasme masyarakat dan kolaborasi lintas pihak dalam menyukseskan festival ini.

Ia menekankan pentingnya festival sebagai sarana penguatan identitas desa dan upaya pengembangan desa wisata berbasis budaya.

“Kami bangga karena Liangkobori bukan hanya menyimpan peninggalan sejarah, tapi juga semangat hidup masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur. Festival ini menjadi bukti bahwa desa kami siap membuka diri, berbagi budaya, sekaligus mengundang siapa pun untuk datang dan belajar bersama,” jelas Farlin.

Festival ini mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Sultra, komunitas adat, akademisi, media serta akan didukung oleh Kementerian kebudayaan dan pariwisata.

Tujuannya bukan hanya mempromosikan potensi wisata budaya, tetapi juga memperkuat narasi sejarah yang selama ini belum banyak diketahui secara luas.

Dengan gelaran Festival Kaghati Kolope 2025, masyarakat Desa Liangkobori menunjukkan bahwa warisan budaya bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk dilestarikan, dirayakan, dan diwariskan.

Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat citra budaya Muna ke tingkat nasional bahkan internasional, sekaligus menguatkan posisi Desa Liangkobori sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya di Sulawesi Tenggara.

Tags: #2025#Muna#Sulawesi Tenggara
Previous Post

Kloter 39-UPG Dilepas, JCH Sultra Tuntas Diberangkatkan ke Arab Saudi

Next Post

Ketum dan Pengurus BKPRMI Sultra Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Next Post
Ketum dan Pengurus BKPRMI Sultra Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Ketum dan Pengurus BKPRMI Sultra Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SELAMAT & SUKSES KOTA KENDARI TUAN RUMAH UCLG ASPAC 2026

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI

SELAMAT HARI RAYA NYEPI

SELAMAT HARI RAYA PASKAH

SELAMAT MEMPERINGATI JUMAT AGUNG

DIRGAHAYU PERSIT KARTIKA CHANDRA KIRANA

HUT TNI AU

HARI NELAYAN INDONESIA

© 2023 Informasisultra.com | PT Milenial Kendari Bangkit |   Alamat: BTN PNS Kel. Watubangga Kota Kendari

No Result
View All Result
  • Berita
  • Advetorial
  • Kota Kendari
  • Hukrim
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekobis

© 2023 Informasisultra.com | PT Milenial Kendari Bangkit |   Alamat: BTN PNS Kel. Watubangga Kota Kendari