KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari H. Asmawa Tosepu, AP., M.Si terus memaksimalkan dan mendorong penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital di Kota Kendari dengan kembali melaunching 16 Inovasi Daerah di aula Samaturu Balaikota Kendari Rabu, 23 Oktober 2023.
Launching tersebut dihadiri langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Kepala Tabungan dan asuransi pegawai negeri (Taspen) Kota Kendari, Kepala Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Kendari dan juga sejumlah Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkot Kendari.
Asmawa Tosepu mengatakan, Pemkot Kendari kembali melakukan peluncuran atas 16 inovasi daerah yang disusun oleh 16 revormer yang juga merupakan peserta pelatihan kepemimpinan administrator (PKN) angkatan 9 dan 10 tahun 2023 yang juga dikenal dengan Pim III.
“Dari 16 inovasi yang diluncurkan semuanya bertujuan untuk memudahkan dan membantu pelaksanaan kerja mereka sehari hari sesuai dengan bidang kerja mereka masing masing,” kata Asmawa saat ditemui usai melaunching 16 inovasi daerah tersebut.
Asmawa juga menegaskan, inovasi tersebut harus terus menerus dikembangkan dan tidak berhenti sampai pada saat launching saja namun benar benar bisa diaplikasikan, diimplementasikan dan direplikasi oleh unit kerja lain.
Orang nomor satu di Kota berjuluk “Kota Lulo” ini mencontohkan, seperti aplikasi “Lorong Momahe” yang dibangun oleh Camat Wua Wua Kota Kendari aplikasi tersebut mempermudah penanganan kebersihan yang ada di wilayah.
“Aplikasi Lorong Momahe itu bisa direplikasi oleh teman teman camat dan juga lurah yang lain disamping sistem informasi dan inovasi lain yang memang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan,” jelas Asmawa.
Namun menurut Asmawa yang paling utama adalah bagaimana memotong rentang kendali birokrasi, memperpendek dan juga menghindarkan diri dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena dengan sistem tidak perlu berhadapan secara langsung sehingga ruang ruang gelap yang ada selama ini bisa terpotong dan ditiadakan.
“Saya juga berterima kasih terhadap pimpinan OPD yang telah memberikan kesempatan kepada para revormer untuk mengikuti pendidikan ini dan mudah mudahan hasil dari dari pendidikan PIM III ini akan memberikan kontribusi positif dalam peningkatan tata kelola pemerintahan di Kota Kendari,” tutup pria kelahiran Wonggeduku Kabupaten Konawe ini. (ADM).









