KENDARI, INFORMASISULTRA.COM – Dalam rangka pengendalian inflasi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari mencanangkan sebuah terobosan dan inovasi yakni Gerakan Tanam Manfaatkan Pekarangan dan Lahan Kosong Berbasis Kawasan (Gerak Tangkas).
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda mengatakan, Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari cabe dan tomat menjadi komoditas paling besar penyumbang inflasi di sektor pertanian di Kota Kendari namun 2 bulan terakhir sejumlah komoditas ikut masuk menjadi penyumbang inflasi yang lumayan besar seperti bayam, kangkung dan lain lain.
“Sehingga kami menghitung lahan di Kota Kendari baik milik Pemkot Kendari maupun masyarakat masih kurang lebih 100 san hektar yang kosong dan lahan kosong itulah yanh coba kita manfaatkan melalui program “Gerak Tangkas” yang kita canangkan ini,” kata Sahuriyanto saat ditemui usai memberikan sosialisasi implementasi program “Gerak Tangkas” di Kecamatan Kambu Jumat, 19 Juli 2024.

Sahuriyanto juga menambahkan, Ide dari program tersebut juga merupakan perintah dari Pj Wali Kota Kendari yang mengeluarkan surat edaran dan peraturan Wali Kota nomor 7 tahun 2024 tentang inventarisasi dan pemanfaatan lahan kosong di Kota Kendari.
“Sehingga pas saya lagi pendidikan kepemimpinan nasional tingkat II angkatan ke X yang dilaksanakan dibogor yang dilaksanakan oleh kementrian pertanian yang bekerjasama dengan LAN RI, dan saya mencoba untuk mengerucutkan inovasi dan terobosan yang bisa saya lakukan untuk perwali nomor 7 tahun 2024 tadi agar bisa masif dan berkesinambungan sehingga saya terpikirlah untuk mencanangkan program “Gerak Tangkas” itu tadi”, ungkap Sahuriyanto.
Mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari itu juga menjelaskan, Untuk implementasi program Gerak Tangkas tadi akan berjalan beriringan dengan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sehingga akan ada 8 rumah bibit yang akan dibuat yang nantinya akan mengajak komunitas seperti kelompok wanita tani, Dasawisma, PKK dan juga kelompok pemuda seperti karang taruna dan lain lain untuk dilibatkan dalam mengambil bagian dari program tersebut.

“Paling tidak mereka kita libatkan untuk menanam di polibag, atau juga langsung dilahan kosong dan pekarangan rumah dengan menanam tanaman produktif seperti jangung yang bisa panen cuman dalam waktu 2 bulan 10 hari, cabe yang 3 bulan sudah bisa kita panen sayuran juga seperti kangkung yang 2 bulan sudah bisa dipanen,” jelasnya.
Kendati demikian, Sahuriyanto juga berharap, dengan hadirnya program Gerak Tangkas tersebut bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan seperti sayur sayuran, cabe, tomat dan lain lain dan juga dapat mengendalikan angka inflasi di Kota Kendari.

“Harapannya dengan adanya program Gerak Tangkas tersebut itu bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya misalkan cabe, tomat yang ditanam di pekarangan atau polibag ketika hendak di konsumsi bisa langsung dipanen sehingga tidak perlu lagi mencari dipasar dan juga mampu mengendalikan angka inflasi di Kota Kendari,” tutupnya. (ADV/AT).









